Angin Puting Beliung Landa Bandara Juanda
Angin puting beliung melanda kawasan Bandara Internasional Juanda, Kamis, 8 Januari 2026, siang. Peristiwa ini menimbulkan kekhawatiran pada pengguna jasa bandara. Berdasar video yang menyebar, tampak angin puting beliung menyebabkan pohon-pohon besar bergoyang kencang, dan beberapa fasilitas bandara porak poranda.
Kejadian tersebut terkonfirmasi oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas I Juanda yang mencatat kecepatan angin terpantau mencapai 46 knot atau 85 km per jam.
Prakirawan BMKG Juanda, Rendi Irawadi, mengatakan, angin puting beliung tersebut dipicu oleh pertumbuhan awan cumulonimbus yang masif.
βTerjadi pertumbuhan awan cumulonimbus yang cukup signifikan mulai sekitar pukul 14.00 WIB. Awan tumbuh besar dan rendah, sehingga memicu perbedaan suhu udara di sekitarnya. Kondisi ini menyebabkan terbentuknya angin puting beliung,β ujar Rendi.
Ia menyebutkan, angin puting beliung terpantau terjadi di sekitar Terminal 1 Bandara Juanda, sedangkan di terminal 2 terpantaj aman.
βUntuk Terminal 2 relatif aman. Saat ini hujan sudah reda dan kondisi cuaca mulai membaik,β tambahnya.
Untuk itu, ia mengimbau masyarakat, khususnya pengguna jasa bandara dan warga di sekitar kawasan Juanda untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih dapat terjadi di masa peralihan dan puncak musim hujan.
BMKG juga mengingatkan agar masyarakat segera mencari tempat aman apabila melihat tanda-tanda cuaca ekstrem, seperti awan gelap menjulang, hujan lebat disertai angin kencang.
Advertisement