Band Cadas Seringai Resmi Comeback Tanpa Kompromi
Penggemar musik cadas kembali dimanjakan dengan sebuah lagu baru dari band Seringai. Setelah lebih dari setahun vakum dari panggung musik, akhirnya resmi kembali dengan merilis dua video musik terbaru mereka. Dengan judul lagu Sejati dan Senarai Feses telah hadir di platform digital sejak 26 Maret 2026.
Kehadiran dua materi baru ini sekaligus menjadi penanda dimulainya babak baru dalam perjalanan band yang telah lebih dari dua dekade mewarnai blantika musik Indonesia. Kedua video musik terlihat dalam kanal YouTube resmi Seringai. Ini menjadi karya pertama yang mereka hadirkan setelah masa hiatus panjang akibat wafatnya gitaris sekaligus pendiri band, Ricky Siahaan, pada 19 April 2025 di Tokyo, Jepang.
Dalam keterangan resminya, Seringai menegaskan bahwa comeback ini penggarapannya sepenuh tenaga. βBukan dengan setengah tenaga tapi dengan dua video musik sekaligus: βSejatiβ | βSenarai Feses.β Satu hantaman audio-visual berdurasi enam menit yang jadi penanda fase baru paling brutal dalam sejarah perjalanan band mereka,β tulis Seringai.
Pernyataan tersebut menjadi isyarat bahwa langkah mereka kembali ke industri musik bukan sekadar melanjutkan perjalanan, namun sebagai ungkapan semangat baru setelah kehilangan sosok penting dalam formasi mereka. βKehilangan itu nyata. Tapi Seringai tidak runtuh, mereka semakin mengeras,β ungkapnya.,
Kembalinya Seringai juga diumumkan melalui unggahan Instagram resmi merek. Unggahan tersebut langsung mendapat respons meriah dari Serigala Militia nama penggemar mereka. Selain merilis kedua video musik itu, Seringai juga memberikan bocoran mengenai album terbaru mereka bertajuk IV: Anastasis. Banyak pihak memprediksi bahwa Sejati dan Senarai Feses merupakan dua nomor pembuka dari album penuh tersebut. Album ini menjadi proyek emosional karena merupakan karya terakhir yang masih melibatkan Ricky Siahaan sebelum kepergiannya.
Bangkit dengan Formasi Baru dan Energi Baru
Sekedar informasi Ricky diketahui sempat mengikuti rangkaian tur Seringai di Jepang pada awal 2025. Itulah penampilan terakhir kebersamaannya di atas panggung. Setelah peristiwa tersebut band ini memutuskan untuk hiatus sementara sejak Mei 2025. Kini Seringai kembali dengan formasi inti yaitu Arian (vokal), Edy Khemod (drum), dan Sammy Bramantyo (bass). Mereka sepakat meneruskan materi yang telah dipersiapkan bersama Ricky sebagai bentuk penghormatan atas warisan musikal sang gitaris. Meski tanggal peluncuran album IV: Anastasis belum dikonfirmasi, banyak pihak berspekulasi bahwa album tersebut akan dirilis sekitar April 2026.
Kedua video musik terbaru mereka disutradarai oleh Edy Susanto dan Rifqi Fadhlurrahman dari Angin Segar. Pengambilan gambar dilakukan pada 2 Maret 2026 di Gedung Putih Studio, Tangerang Selatan. Estetika video mengedepankan energi mentah dan narasi visual yang memperkuat karakter masing-masing lagu. Seringai menegaskan bahwa karya kali ini bukan sekadar nostalgia atau comeback biasa. βDua video ini bukan nostalgia. Bukan pula comeback yang manis. Ini adalah sebuah deklarasi detonasi. Seringai masih di sini. Dan mereka jauh lebih berbahaya dari sebelumnya.β
Sejak terbentuk di awal 2000-an, Seringai dikenal sebagai salah satu band metal paling berpengaruh di Indonesia. Musik mereka memadukan riff agresif, energi tinggi, dan lirik kritis yang merefleksikan fenomena sosial, budaya pop, serta isu-isu urban. Beberapa lagu mereka menjadi hits seperti Mengadili Persepsi (Bermain Tuhan), Serigala Militia hingga Tragedi.
Selain itu tembang Program Party Seringai, Dilarang di Bandung, Akselerasi Maksimum, hingga Citra Natural telah menjadi anthem di berbagai panggung festival musik tanah air. Sedangkan album mereka High Octane Rock, Serigala Militia, Taring, dan Seperti Api menjadi penanda evolusi musikal mereka dan menjadi referensi penting dalam sejarah musik metal Indonesia.
Seringai juga dikenal sebagai band live dengan performa sangat intens dan basis penggemar yang solid. Dengan rilisnya Sejati dan Senarai Feses, Seringai memasuki fase baru penuh energi, dedikasi, dan penghormatan terhadap perjalanan mereka sejauh ini. Dua lagu tersebut tidak hanya menandai kembalinya mereka ke industri musik, tetapi juga menjadi simbol bahwa mereka tetap konsisten menjaga karakter musik agresif tanpa kompromi.
Penulis: Nurul Huda
Advertisement