Harga Cabai Rawit di Bojonegoro Rp117 Ribu per Kg, Lebih Mahal dari Daging Sapi
Harga kebutuhan pokok di Kabupaten Bojonegoro mengalami fluktuasi signifikan pada Senin 23 Februari 2026. Yang paling mencolok, harga cabai rawit merah kini tercatat lebih mahal dibandingkan daging sapi paha belakang.
Berdasarkan data terbaru Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Bojonegoro, harga cabe rawit merah melonjak dari Rp78.645,24 per kilogram menjadi Rp117.000,00 per kilogram. Kenaikan sebesar Rp38.354,76 tersebut setara dengan lonjakan 32,78 persen.
Kenaikan tajam ini menjadikan cabai rawit sebagai salah satu komoditas dengan lonjakan harga tertinggi di pasaran saat ini.
Harga Cabai Lainnya Ikut Naik
Selain cabai rawit merah, beberapa jenis cabai lain juga mengalami kenaikan harga, meski tidak setinggi cabai rawit. “Sudah dua pekan ini, harga cabai rawit terus naik,” ujar Muriono, pedagang di Pasar Pariwisata Bojonegoro, pada Ngopibareng.id, Senin 23 Februari 2026.
Cabe merah besar naik dari Rp34.873,81 menjadi Rp37.954,55 per kg atau naik 8,12 persen.
Cabe merah keriting naik dari Rp40.876,19 menjadi Rp43.500,00 per kg atau meningkat 6,03 persen.
Kenaikan harga cabai ini dikeluhkan masyarakat karena komoditas tersebut menjadi bahan utama dalam berbagai masakan sehari-hari.
Harga Bawang Ikut Terkerek
Tak hanya cabai, komoditas bawang juga mengalami kenaikan harga.
Bawang merah naik dari Rp34.779,52 menjadi Rp36.590,91 per kg atau naik 4,95 persen.
Bawang putih Sinco/Honan tercatat di angka Rp32.045,45 per kg, naik dari Rp31.302,38.
Meski kenaikannya tidak terlalu tinggi, tren ini tetap memberi tekanan tambahan pada pengeluaran rumah tangga.
Cabai Rawit Lebih Mahal dari Daging Sapi
Menariknya, harga cabai rawit merah kini melampaui harga daging sapi paha belakang. Saat ini, daging sapi paha belakang justru mengalami penurunan harga dari Rp111.053,33 menjadi Rp102.636,36 per kg atau turun 7,58 persen.
Artinya, dengan harga Rp117.000 per kg, cabai rawit merah kini lebih mahal sekitar Rp14.363,64 dibandingkan daging sapi paha belakang.
Sementara itu, daging ayam ras naik dari Rp39.447,62 menjadi Rp41.136,36 per kg (naik 4,11 persen).
Daging ayam kampung berada di kisaran Rp70.227,27 per kg, naik dari Rp65.842,38.
Lonjakan harga cabai rawit ini diperkirakan dipengaruhi oleh faktor pasokan dan distribusi. Warga berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah stabilisasi agar harga kembali normal, terutama menjelang momen-momen peningkatan konsumsi. “Kami berharap, harga kembali turun,” ujar Wiwit, warga Kelurahan Ledokkulon, Bojonegoro.
Dengan kondisi saat ini, cabai rawit menjadi komoditas “premium” di pasar Bojonegoro, bahkan melampaui harga daging sapi yang biasanya dianggap sebagai bahan pangan mahal.
Advertisement