Hukum Istri Memandikan Jenazah Suami, Riwayat Aisyah Mendebarkan
Bila ada program sehari satu juz membaca Al-Quran, kali ini perlu ada sehari satu hadits.
Kali ini tentang: Hukum Istri Memandikan Jenazah Suaminya.
ุนู ุนุงุฆุดุฉ ุฑุถู ุงููู ุนููุงุฃู ุฑุณูู ุงููู ุตูู ุงููู ุนููู ูุณูู ูุงู ุ
ู ูุง ุถูุฑูููู ูููู ู ูุชูู ููุจููููุ ููููู ูุชู ุนูููููููุ ููุบูุณููููุชูููุ ูููููููููุชูููุ ููุตููููููุชู ุนูููููููุ ููุฏูููููุชููู
Dari ibunda โAisyahย radhiyallahu โanha,ย Rasulullahย shallallahu โalaihi wasallamย mengatakan,โTidak ada bahaya sekiranya kamu meninggal sebelumku. Aku akan mengurusimu, memandikan, mengafani, mensalatkan, dan menguburkanmu.โ (HR. Ibnu Majah no. 14 dan Ahmad 43: 81. Dinilai hasan oleh Syekh Syuโaib Al-Arnauth).
Pelajaran yang terdapat di dalam hadits:
1- Hadis ini merupakan dalil bolehnya seorang suami memandikan jenazah istrinya. Pendapat ini merupakan pendapat jumhur (mayoritas) ulama, di antaranya adalah Imam Malik, Asy-Syafiโi, dan Ahmad (pendapat yang smasyhur dari beliau). Sebagaimana mereka juga berdalil denganย qiyasย bolehnya seorang istri memandikan jenazah sang suami.
2- Pendapat yang paling kuat dalam masalah ini adalah pendapat jumhur ulama, karena dalilnya yang kuat.
Adapun bolehnya seorang istri memandikan jenazah suami, hal ini sebagaimana diriwayatkan dari ibunda โAisyahย radhiyallahu โanha,
ุนููููููู ููุณููููู ู ููุงูููุง: ููุงูููููู ู ูุง ููุฏูุฑูู ุฃูููุฌูุฑููุฏู ุฑูุณูููู ุงูููููู ุตููููู ุงูููู ุนููููููู ููุณููููู ู ู ููู ุซูููุงุจููู ููู ูุง ููุฌูุฑููุฏู ู ูููุชูุงููุงุ ุฃูู ู ููุบูุณููููู ููุนููููููู ุซูููุงุจูููุ ููููู ููุง ุงุฎูุชููููููุง ุฃูููููู ุงูููููู ุนูููููููู ู ุงููููููู ู ุญูุชููู ู ูุง ู ูููููู ู ุฑูุฌููู ุฅููููุง ููุฐููููููู ููู ุตูุฏูุฑูููุ ุซูู ูู ูููููู ูููู ู ู ููููููู ู ู ููู ููุงุญูููุฉู ุงููุจูููุชู ููุง ููุฏูุฑูููู ู ููู ูููู: ุฃููู ุงุบูุณููููุง ุงููููุจูููู ุตููููู ุงูููู ุนููููููู ููุณููููู ู ููุนููููููู ุซูููุงุจูููุ ููููุงู ููุง ุฅูููู ุฑูุณูููู ุงูููููู ุตููููู ุงูููู ุนููููููู ููุณููููู ู ููุบูุณูููููู ููุนููููููู ููู ููุตูููุ ููุตูุจููููู ุงููู ูุงุกู ูููููู ุงููููู ููุตู ููููุฏููููููููููู ุจูุงููููู ููุตู ุฏูููู ุฃูููุฏููููู ู ุ ููููุงููุชู ุนูุงุฆูุดูุฉู ุชูููููู: ูููู ุงุณูุชูููุจูููุชู ู ููู ุฃูู ูุฑูู ู ูุง ุงุณูุชูุฏูุจูุฑูุชูุ ู ูุง ุบูุณููููู ุฅููููุง ููุณูุงุคููู
Tatkala mereka hendak memandikan Rasulullah shallallahu โalaihi wasallam, mereka mengatakan, โDemi Allah, kami tidak tahu apakah kita akan menelanjangi Rasulullah shallallahu โalaihi wasallam dari pakaiannya sebagaimana kita menelanjangi orang-orang yang meninggal di antara kita atau kita memandikannya dalam keadaan beliau memakai pakaiannya?โ Tatkala mereka berselisih, Allah menidurkan mereka hingga tidak ada seorang pun melainkan dagunya menempel pada dadanya. Kemudian mereka diajak bicara seseorang yang berbicara dari sisi rumah. Mereka tidak mengetahui siapakah dia. Orang tersebut berkata, โMandikan Nabi shallallahu โalaihi wasallam dalam keadaan memakai pakaiannya.โ
Kemudian mereka bangkit menuju kepada Rasulullah shallallahu โalaihi wasallam dan memandikan beliau dalam keadaan beliau memakai jubahnya. Mereka menuangkan air dari atas jubah dan memijat-mijatnya dengan jubah bukan dengan tangan mereka. Aisyah berkata,ย โSeandainya nampak bagiku dahulu seperti apa yang nampak sekarang ini, maka tidak ada yangย ย memandikan beliau, kecuali para istrinya.โ (HR. Abu Dawud no. 3141)
3- Al-Baihaqiย rahimahullahย berkata, โAisyah berkeinginan untuk memandikan jenazah Nabi. Dan tidaklah beliau berkeinginan, kecuali atas sesuatu yang hukumnya boleh.โ (As-Sunan Al-Kubra,ย 3: 398)
4- Selain itu, terdapat riwayat yang menunjukkan bahwa Fathimahย radhiyallahu โanhaย dimandikan jenazahnya oleh โAli bin Abu Thalibย radhiyallahu โanhu. (Lihat ย Al-Irwaโ,ย 3: 162)
Demikian pula Ibnul Munzir dan Ibnu Abdil Barrย rahimahumallahย mengutip adanya ijmaโ bolehnya seorang istri memandikan jenazah suaminya. (Al-Ijmaโ,ย hal. 46 danย Al-Istidzkar,ย 8: 198) ย Wallahu Taโala aโlam.
5- Para ulama juga berhujjah dengan perbuatan para sahabat, bahwasannya Abu Bakr Ash Shiddiq dimandikan oleh istrinya, yakni Asma bint Umais. Demikian pula Abu Musa Al Asyari, dimandikan oleh istrinya yang bernama Umm Abdillah (Riwayatย Abdurrazzaq dalam Al Mushannaf, 3/409)
6- Para ulama empat madzhab juga menegaskan, bahwasannya istri boleh memandikan jenazah suaminya.
7- kesimpulan bahwasannya dibolehkan bagi istri untuk memandikan suaminya, baik ada laki-laki yang memandikannya maupun tidak ada.ย Wallahu a`lam bish shawab.
Tema hadits yang berkaitan dengan Al-Quran :
- Manusia adalah mahluk ciptaan Allah yang pasti kematiannya. Tidak ada satu manusia pun yang abadi. Hal ini sendiri telah dijelaskan dalam Al-Qurโan.
Allah Subhanahu wa Taโala berfirman:
ููููู ููููุณู ุฐูุขุฆูููุฉู ุงููู ูููุชู ููุฅููููู ูุง ุชูููููููููู ุฃูุฌููุฑูููู ู ููููู ู ุงููููููุงู ูุฉู ููู ููู ุฒูุญูุฒูุญู ุนููู ุงููููุงุฑู ููุฃูุฏูุฎููู ุงููุฌููููุฉู ููููุฏู ููุงุฒู ููู ูุง ุงููุญูููุงุฉู ุงูุฏููููููุง ุฅููุงูู ู ูุชูุงุนู ุงููุบูุฑููุฑู
Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu.
Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan. [Ali Imran:185]
Demikian semoga bermanfaat. Amiin.
Advertisement