Jatim Catat Pendistribusian MBG Tertinggi, Capai 8,3 Juta Penerima Manfaat
Provinsi Jawa Timur tercatat sebagai salah satu daerah dengan ketersediaan Stasiun Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Indonesia.
Tercatat dari target 4.048 sudah ada 3.339 SPPG yang tersebar di 38 kabupaten/kota di Jatim untuk menyukseskan program pemerintah Makan Bergizi Gratis (MBG).
Dari data tersebut, beberapa kabupaten sudah 100 persen mencapai target. Seperti Bojonegoro, Kota Batu, Kota Blitar, Kota Kediri, Kota Madiun, Lamongan, Magetan, Pamekasan, Probolinggo, Sumenep dan Tulungagung.
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana mengatakan, data ini menunjukkan keseriusan Jatim dalam mendukung suksesnya program MBG.
"Menurut saya ini luar biasa karena dari 3.339 SPPG sudah melayani 8,3 juta," sebut Dadan Hindayana dalam Rakor Penyelenggaraan MBG Provinsi Jatim di Kantor Gubernur, Surabaya, Kamis 19 Februari 2026.
Tak hanya itu, secara mutu Jatim juga tercatat sebagai provinsi dengan SPPG terbanyak yang sudah memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) yang menjamin mutu gizi yang baik bagi penerima manfaat.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyebut SLHS menjadi syarat utama untuk memastikan mutu dan keamanan makanan yang diproduksi.
Tidak berhenti di situ, ia mendorong pemerintah daerah untuk turun langsung memantau SPPG yang ada. Menurutnya, ini untuk memastikan bahwa produksi berjalan sesuai dan memastikan mutu terjaga dengan baik.
"Minta tolong semua dinas kesehatan kabupaten/kota untuk meminta Puskesmas melakukan monitoring rutin ke dapur-dapur ini. Jadi, datanglah setiap tiga bulan sekali untuk periksa menunya seperti apa, jalaninya udah benar apa enggak, produksi makanannya seperti apa. Nanti itu dilaporkan ke kita untuk monitoring dan evaluasi dari standar keamanan dan standar dari gizinya," kata Budi.
Dengan standar mutu yang terjamin, Budi yakin bahwa permasalahan kesehatan utamanya Stunting bisa ditekan. Apabila terwujud ia yakin akan berdampak pada kesejahteraan masyarakat yang meningkat.
Advertisement