KAI Pastikan Proyek KRL Surabaya–Sidoarjo Masuk Program Prioritas Nasional
Pemerintah bersama PT Kereta Api Indonesia (KAI) memastikan proyek jalur ganda dan elektrifikasi lintasan Surabaya–Sidoarjo menjadi bagian dari program prioritas nasional. Langkah ini menjadi pondasi penting bagi pengembangan layanan kereta rel listrik (KRL) di Jawa Timur.
Executive Vice President PT KAI Daerah Operasi (Daop) 8 Surabaya, Wisnu Pramudyo, menjelaskan, proyek tersebut merupakan bagian dari program Mass Rapid Rail Line (MRRL) yang digagas Pemerintah Provinsi Jawa Timur dengan dukungan pinjaman luar negeri dari Jerman.
“Proyek ini sedang dalam tahap awal perencanaan dan ditargetkan mulai konstruksi pada 2026–2027. Kehadirannya akan menjadi tonggak penting transportasi modern di Jawa Timur karena mampu meningkatkan kapasitas angkut penumpang sekaligus mempercepat konektivitas antarkota,” terang Wisnu, Rabu, 29 Oktober 2025.
Ia menambahkan, jalur ganda dan elektrifikasi ini juga diharapkan dapat mengurangi kemacetan serta mendorong masyarakat beralih ke moda transportasi publik yang lebih efisien dan ramah lingkungan.
“Dorongan dari berbagai pihak, termasuk Pak Bambang Haryo, sangat relevan. Kapasitas dan kecepatan layanan menjadi kunci untuk menjawab kebutuhan masyarakat yang mobilitasnya semakin tinggi,” ujarnya.
Menanggapi hal tersebut, Anggota Komisi VII DPR RI Fraksi Gerindra, Bambang Haryo Soekartono (BHS), menegaskan dukungannya terhadap percepatan proyek tersebut. Ia menilai jalur ganda dan elektrifikasi bukan hanya proyek infrastruktur, tetapi solusi nyata untuk mengurai kemacetan di koridor Surabaya–Sidoarjo yang kini semakin padat.
“Permintaan penumpang terus meningkat, sementara kapasitas kereta lokal masih terbatas. Warga berharap KRL seperti di Jakarta bisa segera terwujud agar mobilitas lebih cepat dan efisien,” ujar BHS.
Menurutnya, pemerintah daerah juga perlu menyiapkan flyover atau underpass agar integrasi antarmoda berjalan optimal saat proyek ini terealisasi. Ia turut menyoroti kondisi kereta ekonomi lokal Doho dan Penataran yang kerap penuh sesak.
“Sekarang saja banyak penumpang berdiri. Idealnya minimal ada sepuluh perjalanan pulang-pergi setiap hari,” imbuhnya.
Dengan dukungan penuh dari DPR dan pemerintah daerah, proyek KRL Surabaya–Sidoarjo diharapkan menjadi game changer transportasi publik di Jatim, menghadirkan mobilitas perkotaan yang lebih hijau, efisien, dan terjangkau bagi semua kalangan.
Advertisement