Kebakaran Sumur Minyak di Blora, 760 Warga Mengungsi, Tenda Darurat dan Dapur Umum Dididirikan
Warga sekitar lokasi kebakaran sumur minyak ilegal di Desa Gandu, Kecamatan Bogorejo, Kabupaten Blora, Jawa Tengah mulai cemas. Sedikitnya 300 KK atau 750 jiwa mengungsi. Warga mengungsi terus mengalir sejak kebakaran pada Minggu 17 Agustus 2025, siang.
Sebanyak itu, sebagian besar menumpang di rumah kerabat. Sementara 3 KK atau 10 jiwa lainnya terpaksa harus menempati tenda darurat di Balai Desa Gandu dan lapangan bola voly setempat, yang disediakan Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Blora bersama Dinsos P3A
βKami juga langsung membuka dapur umum yang dikelola Tagana, βkata Kepala Dinas Sosial P3A Blora, Luluk Kusuma Agung Ariadi, Selasa 19 Agustus 2025.
Luluk, sapaan akrabnya, menegaskan, pihaknya fokus menangani kebutuhan dasar para pengungsi. Selain itu, juga menyediakan layanan kesehatan. Khusus dapur umum, dipersiapkan demi meringankan beban sekitar 50 KK terdampak langsung.
βDroping logistik sudah dilakukan. Hari ini kami juga menyiapkan dapur umum, tenda, dan tenaga masak untuk mendukung kebutuhan warga terdampak, βterangnya.
Untuk memenuhi kebutuhan warga terdampak, Pemkab bersama Forkompinda, Dinsos P3A menyalurkan bantuan berupa paket kebutuhan dasar, selimut, kasur, serta perlengkapan anak. Distribusi dilakukan lewat koordinasi dengan kepala desa setempat.
βKami fokus pada kebutuhan dasar, khususnya makanan dan kesehatan. BAZNAS juga ikut terlibat untuk memberikan santunan. Adapun pembiayaan korban yang dirawat di rumah sakit dipastikan ditanggung BPJS, βjelas Luluk.
Dinsos P3A juga menyiapkan layanan dukungan psikologis (LDP) bekerja sama dengan RSUD dr. R. Soetidjono Blora untuk warga yang membutuhkan. Juga. bantuan air bersih menggunakan truk tangki sudah disiagakan untuk mengantisipasi keterbatasan air di lokasi.
Sementara Pemkab Blora melalui Dinas Sosial P3A gencar menyalurkan bantuan hingga memastikan kebutuhan dasar pengungsi terpenuhi, tim gabungan pemadam juga masih berjibaku memadamkan api.
Bahkan, upaya pemadaman juga dibantu dengan mendatangkan tiga unit excavator milik DPUPR. Alat berat itu dioperasionalkan untuk membuat tanggul darurat demi membantu proses pemadaman.
Diharapkan dalam 1β7 hari penanganan darurat selesai. Sehingga bisa dilanjutkan dengan pemulihan pascabencana, termasuk perbaikan rumah dan pemberian makanan. Atas kejadian ini, ia mengimbau warga terdampak untuk mengikuti arahan petugas di lapangan.
Sekedar informasi, hingga Senin 18 Agustus 2925 malam, tim gabungan dari BPBD Blora, Dinas Sosial P3A, aparat desa dan sejumlah instansi terkait masih berada di lokasi untuk melakukan pemadaman api serta pemantauan kondisi lapangan.
Peristiwa kebakaran sumur minyak di Blora ini, masih menurut Luluk, bukan kali pertama terjadi. Untuk itu. perlu adanya kesiapsiagaan jangka panjang di Blora.
βKami akan membentuk Kampung Siaga Bencana di Randublatung dan Ngawen, seperti yang sudah ada di Cepu, agar penanganan ke depan lebih cepat, βpungkasnya.
Advertisement