Kisah Penuh Satire Dalam “Monster Pabrik Rambut”
Satu lagi karya sineas muda Indonesia berbicara di dunia internasional. Film berjudul Monster Pabrik Rambut Malam berhasil mencuri perhatian dalam Berlinale Special Midnight di Berlinale di Berlin International Film Festival.
Film garapan Edwin tampil perdana dan langsung memantik percakapan dalam acara bergengsi tersebut. Film yang tentang industri kerja yang melelahkan, absurditas lembur, hingga kengerian berhasil membuat penonton mendadak ingin meraba rambut sendiri.
Yang membuat film ini menonjol di Berlin adalah keberaniannya menempatkan “monster” bukan sebagai sosok supranatural. Namun monster dalam film ini adalah gambaran dari dunia kerja yang menindas. Bukan hanya lembur, tetapi juga kehilangan identitas, kelelahan ekstrem, hingga manusia yang perlahan berubah menjadi mesin., “Monster Pabrik Rambut” bukan semata film horor yang menghibur hiburan tetapi juga sebuah komedi sosial yang membuatnya relevan, sekaligus menakutkan.
Diproduksi oleh Palari Films, film ini merupakan proyek besar yang melibatkan Indonesia, Singapura, Jepang, Jerman, dan Prancis. Sang sutradara, Edwin bahkan melakukan riset langsung ke pabrik-pabrik untuk menangkap atmosfer “toxic workplace” yang autentik. Hingga dirinya paham betul pekerja yang terus bekerja, meski tak tahu lagi untuk siapa dan untuk apa. “Semua orang bekerja keras… tapi untuk sesuatu yang tidak kita diketahui,” ungkap Edwin.
Selain itu Edwin juga menyelipkan pesan eksistensial di balik teror. Kepada The Hollywood Reporter, ia menyebut film ini sebagai horor yang lahir dari absurditas dunia kerja modern yang menurutnya “lebih mengerikan dari hantu mana pun.” Dalam wawancara lainnya, Edwin juga menjelaskan alasannya memadukan satire dan horor. “Banyak hal gila dalam keseharian kami. Horor-komedi adalah genre yang sempurna untuk menggambarkannya,” tuturnya.
Sementara itu salah satu pemeran dalam film ini Iqbaal Ramadhan berharap film Monster Pabrik rambut dapat menjadi warna baru film horor Indonesia. “Saya berharap mereka takut, terhibur, dan terus membicarakannya setelah keluar bioskop,” ujarnya sambil bercanda bahwa penonton mungkin akan mengecek rambut masing-masing.
Film ini menghadirkan pemeran energi lintas generasi. Ada nama Rachel Amanda Aurora sebagai Putri. Kemudian ada Lutesha sebagai Ida dan Didik Nini Thowok sebagai Maryati. Selain itu Sal Priadi sebagai Rudi dan Kev Luqman sebagai Tohar Kolaborasi para aktor ini menjadikan pabrik rambut—yang sudah kusut secara visual—semakin hidup sebagai labirin antara realitas, mimpi buruk, dan kritik sosial.
Cerita film ini fokus Film ini mengikuti Putri dan Ida, dua pekerja pabrik rambut yang mendadak terperangkap dalam kejadian-kejadian misterius. Di balik mesin-mesin tua dan shift malam yang tak berujung, mereka menemukan jejak kematian, hilangnya karyawan, dan teror yang selalu ditutup pihak manajemen sebagai “kecelakaan kerja Putri yang bekerja di pabrik rambut PT Raga Abadi untuk melunasi utang keluarga setelah ibunya tewas secara misterius.
Bersama sang adik, Ida, ia menyelami kecurigaan demi kecurigaan di lingkungan pabrik, mulai dari pekerja menghilang, kecelakaan kerja yang tidak wajar, hingga desas-desus tentang makhluk yang merasuki tubuh buruh. Setiap shift malam membawa mereka lebih dekat pada kebenaran—dan pada sosok monster yang bukan hanya menyeramkan, tetapi juga menjadi metafora tentang tubuh manusia yang diperas habis-habisan oleh sistem.
Penulis: Nurul Huda (berbagai sumber)
Advertisement