Lima Prinsip Makanan Sehat Saat Berpuasa
Bulan suci Ramadan datang sebentar lagi. Dalam bulan tersebut umat wajib menjalankan ibadah puasa. Selain kewajiban agama, puasa terbukti memberikan pengaruh bagi kesehatan manusia. Dengan puasa memberikan organ pencernaan, termasuk sistem enzim dan hormon untuk beristirahat.
Selain itu puasa memiliki dampak positif pada sistem kekebalan tubuh dan dapat menguatkan pertahanan kulit terhadap infeksi. Manfaat lainnya puasa membantu mengendalikan kadar hormon katekolamin dalam darah, yang dapat mengurangi risiko serangan jantung.
Beberapa penelitian menunjukkan puasa memiliki manfaat menurunkan kolesterol, tekanan darah, dan kadar gula darah. Oleh karena itu, untuk pengobatan penderita diabetes, obesitas, dan darah tinggi, banyak paramedis menyarankan untuk berpuasa. Seorang pasien bahkan mungkin diperbolehkan berpuasa dalam kondisi tertentu, kecuali pasien dengan diabetes parah, penyakit jantung koroner, atau batu ginjal. Selama puasa, terutama saat puasa Ramadhan, individu mengurangi asupan kalori secara signifikan karena mereka hanya makan saat berbuka dan sahur. Cara ini secara alami membantu menciptakan defisit kalori, yang merupakan kunci utama dalam penurunan berat badan.
Selain itu dalam terapi puasa bagi penderita diabetes dapat membantu mengubah kebiasaan makan untuk mengelola tekanan darah, glukosa, dan kadar lemak dengan lebih baik. Merencanakan makan dan menjaga kebiasaan makan sangat penting bagi penderita diabetes melitus, dan puasa merupakan salah satu cara mengatur kebiasaan makan.
Selain itu, puasa juga memicu proses autophagy, di mana sel-sel tubuh membersihkan diri dari zat-zat berbahaya dan sel-sel mati, yang berkontribusi pada peremajaan sel dan perlindungan terhadap penyakit. Namun, penting untuk menjalani puasa dengan bijak dan menghindari dehidrasi serta mengimbangi diet saat berbuka puasa untuk memaksimalkan manfaat kesehatan sambil menjaga kebugaran tubuh.
]Melansir laman keslan.kemkes.go.id selain manfaat fisik, puasa juga memiliki dampak mental positif, termasuk peningkatan disiplin diri, fokus spiritual, dan perasaan kesejahteraan. Peranan puasa dalam menciptakan kesehatan mental cukup besar, baik sebagai pengobatan terhadap gangguan kejiwaan, sebagai pencegahan agar tidak terjadi gangguan kejiwaan, maupun sebagai alat untuk kesehatan mental.
.Puasa, baik dari perspektif Islam maupun sains, memiliki potensi besar dalam mengurangi berat badan dan mengelola diabetes pada pasien obesitas. Pendekatan ini dapat menjadi tambahan yang efektif dalam perawatan kondisi ini. Oleh karena itu, penting untuk memahami dan memanfaatkan manfaat puasa dengan bijak, dengan mempertimbangkan pandangan agama dan rekomendasi medis.
Prinsip pola makan sehat untuk puasa Ramadan
Fandi Imran Pattisahusiwa, S.Tr.Gz dalam buku Menu sehat 3o haru Puasa Tidak melewatkan makan sahur dengan asupan bergizi. Tingkatkan konsumsi makanan berserat dan tinggi protein saat sahur. Hindari minuman yang memberikan efek diuretik seperti kopi atau teh.
Pertama, buka puasa dengan porsi yang pas. Jangan makan berlebihan saat berbuka, cukup makan takjil dalam porsi piring kecil, misalnya 3 butir kurma, 3 potong buah-buahan, dan segelas teh manis.
Kedua makan malam dengan menu gizi seimbang. Isi piring makan malam dengan makanan pokok dari sumber karbohidrat kompleks (1/4 piring), lauk-pauk dari protein dan lemak sehat (1/4 piring), dan sayur-sayuran (1/2 piring). Kurangi asupan makanan manis, berlemak, dan tinggi garam
Ketiga, mulai kebiasaan sehat. Salah satunya asalah mengurangi asupan gula, garam, dan lemak dengan membatasi makan kue manis> selain itu juga memgurangi gorengan, atau snack asin selama puasa.
Keempat, penuhi kebutuhan cairan tubuh. Minum air putih yang cukup dengan 2 gelas ketika sahur, 2 gelas saat berbuka, dan 4 gelas di malam hari.
Kelima, hindari tidur terlalu dekat dengan jam makan. Tubuh memerlukan waktu untuk mencerna makanan dengan baik maka hindari langsung tidur setelah sahur atau makan malam terlalu larut. Untuk itu, selamat menjalankan ibadah puasa Ramadhan 1447 H.
Penulis: Nurul Huda
Advertisement