Perayaan Dua Dekade Astrid Dengan Mini Album
Astrid penyanyi solo dengan vokal yang unik meluncurkan album baru bertajuk Masih Di Sini. Album ini menjadi tanda dua dekade penyanyi tahun yang memulai kariernya tahun 2000 an ini terus berkarya. Selama 22 tahun Astrid telah menyapa penggemarnya dengan suaranya yang khas. Menurut pelantun tembang Jadikan Aku yang Kedua ini judul mini album kali ini bukan sekedar judul akan tetapi sebuah janji.
"Tahu tidak kenapa judulnya itu? Karena sejak 2003 sampai detik ini saya tidak ke mana-mana. Saya masih terus bernyanyi, terus menghibur, terus berkarya. Dan ya, saya masih di sini," ungkapnya di kawasan Kemang. Kalimat sederhana itu merangkum perjalanan panjangnya. Memulainya dari era "dark" saat mengisi soundtrack film Tusuk Jalangkung lewat lagu Ratu Cahaya, hingga masa kejayaan hits multi-platinum seperti Jadikan Aku Yang Kedua dan Tentang Rasa. Meski kini telah memilih jalur independen setelah hampir dua dekade bernaung di label besar, nyala api kreativitasnya tidak menunjukkan tanda-tanda redup.
Pada kesempatan tersebut, Astrid juga sedikit mengenang awal perjalanan kariernya dalam industri musik. "Sekitar tahun 2000 awal saya ditemukan pak Ja Djuhana. Mungkin karena keanehan vokal saya, hahaha. Singkat cerita rilis lah Ratu Cahaya sebagai single pertama saya dan jadi ost film TUSUK JALANGKUNG. Itulah awal mula dark era," ungkapnya.
Kemudian Astrid juga menyinggung fase ketika ia harus menyanyikan lagu-lagu yang sudah populer. Namun menurutnya mengcover lagu populer justru itu tantangannya. Mini album ini berisi lima trek, terdiri dari sebuah intro, tiga lagu utama, dan satu lagu versi latihan. Secara musikal, Astrid menghadirkan nuansa pop dengan sentuhan retro dan vibe era 80-an. Astrid juga terlibat penuh dalam proses kreatifnya. Selain itu juga dalam penulisan lirik yang banyak berangkat dari pengalaman pribadi.
Dalam mini album ini, Astrid mengajak pendengarnya "pulang" ke nuansa pop retro era 80-an. Dibantu oleh tangan dingin Adrian Martadinata sebagai produser. Lagu-lagu seperti Aku dan Cahaya, Sabar Sabar Ya, hingga Tak Apa, bukan sekadar komposisi nada, melainkan cerminan pendewasaan dirinya. Menurut Adrian Martadinata sang produser bahwa lirik-lirik dalam album ini banyak diambil dari kisah nyata. "Kami ingin menampilkan Astrid yang sekarang. Lewat album ini, saya merasa Astrid sangat layak untuk kembali menjadi 'Ratu Cahaya'," tutur Adrian.
Menolak Untuk Berhenti
Seolah ingin membuktikan produktivitasnya, data menunjukkan bahwa karya-karya Astrid telah mengumpulkan lebih dari 200 juta stream di berbagai platform digital. Angka ini menjadi bukti nyata bahwa meski zaman berganti dan tren musik bergeser, suaranya tetap memiliki tempat spesial di hati penggemar.
Malam itu, sebelum menutup penampilannya dengan lagu-lagu baru, Astrid sempat mengajak penonton bernostalgia lewat medley lagu-lagu legendaris seperti Berhenti Berharap dan Semusim. Bagi Astrid, "Masih Di Sini" bukan sekadar penanda eksistensi, melainkan sebuah pernyataan bahwa selama ia masih bernapas, suaranya akan selalu ada untuk menghiasi hari-hari pendengarnyaβpersis seperti 22 tahun yang lalu saat ia pertama kali melangkah di dunia ini.
Meski berstatus musisi independen, produktivitas Astrid patut mendapat acungan jempol. Sejumlah single seperti Jadikan Aku Ratu, Melawan Arus Jakarta, Gelap Mata, hingga Silakan mendapat sambutan positif dari masyarakat. Hingga kini, karya-karyanya telah mengumpulkan lebih dari 200 juta stream di Spotify dan YouTube.
Penulis: Nurul Huda
Advertisement