Petugas PPKA, Sosok di Balik Kelancaran dan Keamanan Perjalanan Kereta Api
Kereta api merupakan salah satu moda transportasi yang menjadi idola masyarakat. Selain karena kenyamanan dan ketepatan waktu keberangkatan dan kedatangan, kereta api digandrungi masyarakat karena faktor keamanannya.Β
Di balik kelancaran dan keamanan perjalanan kereta api, ada sosok penting yang memastikan semua berjalan aman, tepat waktu, dan sesuai prosedur. Dia adalah Pengatur Perjalanan Kereta Api atau PPKA. Dia mengenakan berseragam dengan pet merah yang menjadi simbol kewenangan tertinggi di stasiun dalam mengatur perjalanan kereta api.
Di wilayah kerja Daop 9 Jember, terdapat 82 personel PPKA yang tersebar di stasiun mulai dari Pasuruan hingga Banyuwangi. Mereka adalah garda terdepan dalam memastikan keselamatan dan kelancaran perjalanan KA di lintas selatan timur Pulau Jawa.
PPKA memiliki peran sentral dalam menjamin keselamatan dan ketertiban perjalanan kereta api. Termasuk segala sesuatu yang berkaitan dengan urusan perjalanan dan langsir dalam batas stasiun. Mereka juga yang memastikan proses persilangan, penyusulan, dan keberangkatan KA berjalan sesuai prosedur dan kondisi lapangan.
Simbol pet merah yang dikenakan bukan sekadar atribut. Itu menjadi penanda bahwa PPKA memiliki kewenangan dan tanggungjawab besar dalam pengambilan keputusan operasional.
Warna merah mencerminkan kewaspadaan, ketegasan, dan kesiapsiagaan tinggi, sejalan dengan peran mereka yang kritis terhadap keselamatan perjalanan KA. Salah satu tugas PPKA yang paling dikenal masyarakat adalah memberangkatkan kereta api dengan Semboyan 40.Β
Semboyan ini berupa tebeng bundar hijau pada siang hari atau lampu hijau pada malam hari, sebagai tanda resmi bahwa jalur sudah aman dan KA siap diberangkatkan. Gerakan sederhana ini menjadi simbol disiplin, koordinasi, dan tanggung jawab yang tinggi antara PPKA, masinis, dan petugas operasional lainnya.
"Dengan disiplin, tanggung jawab, dan loyalitas tinggi, seluruh petugas PPKA menjadi bagian penting dari sistem transportasi kereta api yang menghubungkan masyarakat dari satu daerah ke daerah lain dengan aman dan nyaman,"kata Manager Hukum dan Humas KAI Daop 9 Jember, Cahyo Widiantoro, Minggu, 12 Oktober 2025.Β
Proses Panjang Menjadi PPKA
Untuk menjadi seorang PPKA tidaklah mudah. Profesi ini menuntut pendidikan, pelatihan, dan sertifikasi berlapis untuk memastikan kualitas dan keselamatan perjalanan KA.
Tahapan yang harus dilalui antara lain:
1. Mengikuti Diklat Asisten PPKA sebagai tahap awal.
2. Setelah lulus, melanjutkan Diklat PPKA selama 4 bulan.
3. Menjalani praktik lapangan (brivet tanda kecakapan O.50) selama 3 bulan.
4. Sebelum resmi berdinas, wajib mengikuti uji sertifikasi dari Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) untuk memperoleh sertifikat kompetensi resmi sebagai PPKA.
Setelah dinyatakan lulus, PPKA akan memperoleh dua tanda kecakapan. Pertama Smartcard PPKA yang merupakan sertifikat kompetensi dari DJKA yang berlaku selama 4 tahun. Kedua, Tanda Kecakapan O.50, yaitu tanda kecakapan pengaturan perjalanan KA dalam batas stasiun, yang berlaku selama 2 tahun.
Kedua sertifikasi tersebut wajib diperbarui secara berkala melalui uji kompetensi dan evaluasi kinerja.
PPKA bekerja dalam sistem shift 24 jam untuk memastikan perjalanan KA tetap aman siang dan malam. Koordinasi antarstasiun dilakukan secara estafet, di mana setiap PPKA harus menjaga komunikasi dan ketelitian penuh terhadap jadwal, sinyal, dan kondisi lintas.
βPPKA adalah tulang punggung kelancaran perjalanan KA. Mereka bekerja dengan ketelitian dan dedikasi luar biasa untuk memastikan setiap kereta api yang melintas berada dalam kondisi aman dan terkendali,β ujarnya.
Advertisement