Semeru Erupsi, Lontarkan Abu Vulkanik 800 Meter
Gunung Semeru kembali mengalami erupsi pada Jumat 7 Februari 2025 pagi, dengan kolom abu vulkanik setinggi 800 meter. Erupsi di gunung dengan ketinggian 3.676 meter di atas permukaan laut (mdpl) ini terpantau jelas melalui CCTV di Desa Oro-Oro Ombo, Kecamatan Pronojiwo.
laporan dari Pos Pantau Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), erupsi terjadi pukul 07.18 WIB. Kolom abu berwarna putih keabu-abuan berintensitas tebal teramati mengarah ke utara. Hingga saat ini, belum ada laporan mengenai dampak signifikan akibat erupsi ini.
Gunung Semeru saat ini masih berada pada Status Level II (Waspada). PVMBG terus memantau aktivitas gunung berapi tertinggi di Pulau Jawa ini dan mengimbau warga untuk tetap waspada.
Imbauan dan Rekomendasi PVMBG
PVMBG mengeluarkan beberapa rekomendasi bagi warga dan wisatawan yang berada di sekitar Gunung Semeru:
Menjaga Jarak Aman: Tidak melakukan aktivitas dalam radius 8 km dari puncak Gunung Semeru, terutama di sepanjang Besuk Kobokan, karena berisiko terkena awan panas guguran (APG) dan aliran lahar.
Hindari Kawasan Berbahaya: Tidak beraktivitas dalam radius 3 km dari kawah/puncak karena potensi lontaran batu pijar.
Waspada Aliran Lahar: Warga yang berada di sekitar Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat diminta berhati-hati terhadap kemungkinan lahar hujan dan guguran lava pijar.
Antisipasi Perubahan Cuaca: Dengan kondisi hujan yang sering terjadi, risiko banjir lahar dingin meningkat, terutama di sepanjang sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan.
Pengamatan Kegempaan Gunung Semeru
Berdasarkan data yang dihimpun, aktivitas kegempaan Gunung Semeru menunjukkan peningkatan dengan rincian sebagai berikut:
55 kali gempa letusan/erupsi dengan amplitudo 10-23 mm dan durasi 56-158 detik.
7 kali gempa hembusan dengan amplitudo 8 mm dan durasi 38-55 detik.
1 kali gempa tektonik jauh dengan amplitudo 20 mm, S-P 39 detik, dan durasi 96 detik.
1 kali gempa getaran banjir dengan amplitudo 15 mm dan durasi 3600 detik.
Masyarakat di sekitar Gunung Semeru diimbau untuk tetap siaga terhadap potensi peningkatan aktivitas vulkanik. PVMBG terus melakukan pemantauan secara intensif untuk mengantisipasi kemungkinan erupsi susulan. Bagi warga yang tinggal di daerah berisiko, diharapkan selalu mengikuti arahan dari pihak berwenang guna menghindari potensi bahaya.
Β
Β
Advertisement