Seorang Sufi Menjual Kambing
Suatu malam seorang ulama Sufi bermimpi bahwa ia sedang menjual seekor kambing yang gemuk.
βBerapa harga kambing ini ?β tanya seorang calon pembeli.
βDua belas dinar.β kata sang sufi.
βTujuh dinar.β
βTidak boleh.β
βDelapan dinar.β
βTidak boleh.β
Ketika tawaran mencapai sembilan dinar, sang sufi terbangun dari tidurnya. Ia membuka kelopak matanya dan mengusapnya. Tak seekor kambingpun ia lihat. Pun tak ada calon pembeli. Cepat-cepat ia memejamkan matanya lagi sambil berkata.
βKalau begitu, baiklah, sembilan dinar boleh kamu ambil.β (adi)
Advertisement