Tarif Kereta Commuter Line Surabaya-Probolinggo Diusulkan Rp8 Ribu
Kementerian Perhubungan (Kemenhub) sedang membahas perpanjangan rute Kereta Commuter Line Surabaya–Pasuruan (Supas) hingga ke Probolinggo. Tarif kereta penglaju (commuter) dengan relasi Surabaya-Probolinggo diusulkan Rp8.000.
Kereta dengan kapasitas 636 penumpang menurut rencana akan beroperasi mulai 1 Maret 2026. Perpanjangan rute Kereta Commuter Line Supas saat ini masih menunggu proses perizinan lintas pelayanan dan izin operasi dari Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kemenhub.
“Izin tersebut mencakup penetapan waktu perpanjangan layanan kereta commuter," kata Public Relation Manager KAI Commuter, Leza Arlan, Jumat, 20 Februari 2026.
Dikatakan, perpanjangan rute Kereta Commuter Line Supas saat ini masih menunggu proses perizinan lintas pelayanan dan izin operasi dari Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kemenhub. Pada awal Maret 2026 direncanakan akan ada peresmian secara langsung oleh Walikota Probolinggo bersama pemangku kepentingan (stakeholder).
Leza menambahkan, usulan jadwal perpanjangan Commuter Line Supas dari Stasiun Probolinggo ada dua waktu keberangkatan yakni, pukul 04.10 WIB dan 21.22 WIB. Sementara itu, jadwal kedatangan kereta dari Surabaya ke Stasiun Probolinggo juga tersedia dalam dua waktu yakni, pukul 03.45 WIB dan 20.57 WIB.
“Jadwal reguler kereta commuter ini setiap harinya empat kali keberangkatan. Namun, dua jadwal keberangkatan hanya sampai Stasiun Pasuruan,” ujar Leza.
Dalam satu rangkaian (trainset), kereta terdiri dari tujuh unit yakni, enam kereta penumpang dan satu kereta pembangkit. Satu kereta penumpang berkapasitas 106 orang, sehingga secara total Kereta Commuter Line Supas dapat menampung hingga 636 penumpang.
Disinggung soal tarif, Leza mengatakan, ini masih dalam tahap pembahasan oleh KAI Commuter dan Kemenhub. Sesuai usulan, tarif perjalanan dari Probolinggo ke Surabaya maupun arah sebaliknya sebesar Rp8 ribu.
“Kelak ketika sudah resmi beroperasi, tiket dapat dipesan H-7 sebelum keberangkatan, berbeda dengan kereta jarak jauh yang tiketnya bisa dipesan sejak H-30 sebelum keberangkatan,” pungkas Leza.
Advertisement