Ini Alasan Media Nasional Take Down Tulisan karena Keselamatan Penulis Terancam
Misteri di balik hilangnya sebuah tulisan opini dari laman di sebuah media nasional akhirnya sedikit mulai terkuak. Tulisan berjudul βJenderal di Jabatan Sipil: Di Mana Merit ASN?β yang dimuat pada 22 Mei 2025 pukul 07.32 WIB mendadak hilang dari peredaran, memunculkan berbagai spekulasi di media sosial dan grup WhatsApp.
Tulisan tersebut ditulis oleh, seorang aparatur sipil negara (ASN) di salah satu kementerian. Belakangan diketahui bahwa penghapusan artikel itu dilakukan atas permintaan langsung dari penulis, setelah ia mengalami serangkaian peristiwa yang mengancam keselamatannya.
Ancaman Terjadi Setelah Opini Dipublikasikan
Beberapa jam setelah opini itu tayang, penulis mengalami dua insiden mencurigakan. Pertama, ia diserempet dua pengendara motor berhelm full-face seusai mengantar anaknya ke taman kanak-kanak. Beberapa jam kemudian, dua orang pengendara motor lainnyaβmasih berhelm tertutup, tapi dengan motor berbedaβmenendang motornya hingga terjatuh di depan rumahnya.
Tidak Merasa Punya Musuh, tapi Diingatkan Kawan
Penulis mengaku tidak memiliki konflik personal dengan siapa pun. Namun, sejumlah koleganya memberi peringatan pribadi agar berhati-hati. Peringatan ini dikaitkan dengan topik tulisannya yang menyinggung pengangkatan seorang jenderal aktif dari satuan elite Kopassus sebagai direktur jenderal di lingkungan Kementerian Keuangan, yang dinilai melanggar prinsip meritokrasi ASN.
Permintaan Penghapusan ke Redaksi Detik
Dalam kondisi tertekan dan memikirkan keselamatan istri serta dua anak kecilnya, penulis yang juga sedang menempuh pendidikan S2 Magister Ilmu Administrasi di Universitas Indonesia (UI), mendatangi Dewan Pers untuk berkonsultasi. Namun, pihak redaksi media nasional tersebut menyatakan bahwa tulisan tersebut dihapus atas permintaan penulis, bukan atas rekomendasi Dewan Pers.
Penjelasan redaksi sempat berubah-ubah hingga tiga kali. Salah satu klarifikasi resmi dari redaksi berbunyi:
βRedaksi menghapus tulisan opini ini atas permintaan penulis, bukan atas rekomendasi Dewan Pers. Kami mohon maaf atas keteledoran ini. Sedangkan mengenai alasan keselamatan, itu berdasarkan penuturan penulis opini sendiri.β
Advertisement