Batu Raksasa Ambrol Picu Longsor, Jalur Trenggalek-Ponorogo Lumpuh
Jalur utama penghubung Trenggalek dan Ponorogo lumpuh total akibat longsor yang menimbun badan jalan. Peristiwa terjadi di KM 16 Desa Nglinggis, Kecamatan Tugu, Trenggalek, setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut.
Material longsor berupa batu berukuran besar meluncur dari tebing dan menutup seluruh akses jalan nasional. Akibatnya, kendaraan dari kedua arah tidak dapat melintas.
Data dari Polres Trenggalek menyebutkan, longsor terjadi sekitar pukul 17.45 WIB. Tebing batu di sisi jalan tiba-tiba runtuh dan menjatuhkan bongkahan batu raksasa ke badan jalan.
Kasatlantas Polres Trenggalek, AKP Sony Suhartanto, mengatakan batu berukuran besar tersebut menutup total badan jalan nasional.
“Ada bongkahan batu yang berukuran cukup besar menutup total badan jalan. Saat ini akses jalan nasional dari Trenggalek ke Ponorogo maupun sebaliknya tertutup,” ujarnya pada media, Rabu 4 Maret 2026.
Beruntung, saat kejadian tidak ada kendaraan yang melintas sehingga tidak menimbulkan korban jiwa maupun kerusakan kendaraan.
Warga sekitar yang mengetahui kejadian tersebut langsung sigap menghentikan kendaraan yang hendak melintas. Para pengendara diarahkan untuk putar balik demi menghindari risiko tertimpa material longsor susulan.
Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah Trenggalek mengimbau masyarakat untuk sementara waktu menunda perjalanan melalui jalur tersebut.
Kepala BPBD Trenggalek, Triadi Atmono, mengatakan pihaknya telah mendatangkan alat berat pemecah batu guna mengevakuasi material yang menutup jalan. “Saat ini kami masih mendatangkan alat berat pemecah batu untuk mengevakuasi material yang menutup jalan,” jelasnya pada Selasa 3 Maret 2026.
BPBD juga menyampaikan bahwa jalur alternatif di wilayah Kecamatan Tugu tidak direkomendasikan karena kondisi medan yang ekstrem dan berisiko tinggi, terutama saat hujan.
Hingga kini, jalur nasional penghubung Trenggalek-Ponorogo masih belum dapat dilalui kendaraan. Proses evakuasi terus diupayakan agar akses vital tersebut segera kembali normal dan aktivitas masyarakat tidak terganggu lebih lama.
Advertisement