BMKG Juanda Prediksi Awal Kemarau di Jatim Terjadi April 2026
Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas I Juanda memprediksi awal musim kemarau di sejumlah daerah di Jawa Timur mulai April 2026.
Kepala BMKG Juanda, Taufiq Hermawan menjelaskan, tanda-tanda musim kemarau sudah tampak dari munculnya El-Nino di perairan Samudera Pasifik.
"Skala El Nino Southern Oscillation (ENSO) pertumbuhan atau kondisi suhu muka laut yang ada di Pasifik sana. Jadi memang El Nino-nya ada di Maret ini," kata Taufiq, Sabtu 28 Maret 2026.
Hanya saja, ia tidak bisa memastikan seperti apa gambaran El Nino ke depan. Apakah berkekuatan rendah atau tinggi sehingga memberikan dampak signifikan di Jatim.
"Apakah itu moderat atau kuat atau lemah itu masih nunggu pertengahan tahun ini untuk rilisnya," ujarnya.
Namun demikian, musim kemarau diprediksi akan datang pada dasarian I atau awal bulan April 2026 di beberapa daerah.
Namun, prediksi awal musim kemarau di Jatim dominan akan terjadi pada Mei 2026 sebesar 36,5 persen atau 27 zona musim (ZOM).
Sementara puncak musim kemarau diprediksi terjadi pada bulan Juli - September 2026. Namun, sebagian besar akan terjadi pada bulan Agustus.
"Sebagian besar hampir 70% wilayah di Jawa Timur itu puncak musim kemarau nya ada di bulan Agustus," jelas Taufiq.
Taufiq mengingatkan, dengan prediksi ini pemerintah dan masyarakat mulai harus bersiap menghadapi dampak El Nino yang bisa menyebabkan bencana kekeringan ekstrem, kebakaran lahan dan hutan (karhutla) dan lainnya.
Advertisement