Aksi Tolak UU TNI di Surabaya Memanas, Molotov-Kembang Api Diarahkan ke Gedung Grahadi
Massa aksi demonstrasi menolak UU TNI di kawasan Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Senin 24 Maret 2025 mulai memanas. Petugas kepolisian sampai menyemprotkan air melalui mobil water cannon untuk mengurai massa aksi.
Pantauan Ngopibareng.id, aksi demonstrasi masih diisi dengan sejumlah orasi yang disampaikan oleh sejumlah perwakilan massa aksi.
Selanjutnya pada pukul 16.22, sejumlah orang yang berada di barisan massa aksi melemparkan gelas dan botol air mineral. Lemparan tersebut diarahkan dari sisi gerbang timur Gedung Negara Grahadi.
Mereka pun selanjutnya terlihat makin memanas. Orang-orang dari barisan massa aksi lalu merangsek dan merusak kawat berduri yang menutupi pintu gerbang Gedung Negara Grahadi tersebut.
Lemparan botol maupun gelas air mineral pun juga dibarengi dengan lemparan batu, hingga bom molotov dan kembang api yang diarahkan sejumlah orang yang berada di barisan massa aksi ke arah Gedung Negara Grahadi, yang dikawal ketat oleh personel kepolisian.
Orang-orang yang berasal dari barisan massa aksi juga terlihat beberapa menurunkan tiang bendera yang terpasang di dekat gerbang timur Gedung Grahadi.
"Perhatian, tindakan saudara sudah melewati batas, saudara datang dengan baik-baik ke sini, kami minta jangan melakukan kekerasan kepada petugas, kami minta mundur," ucap seorang personel kepolisian melalui pengeras suara yang ditujukan kepada massa aksi.
Setelah imbauan tersebut, terlihat puluhan personel kepolisian anti huru-hara, lengkap dengan pentungan dan pelindung menutup pintu gerbang timur Gedung Negara Grahadi, yang di dekatnya di penuhi dengan massa aksi.
"Revolusi, revolusi, revolusi, polisi elek elek tuek tuek, jancok," begitu ucap sejumlah orang di barisan massa aksi merespons imbauan polisi itu.
Advertisement