Harga Jeblok, Petani Tembakau di Tuban Menjerit
Para petani tembakau di wilayah Kecamatan Senori, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, harus menelan pil pahit. Pasalnya, musim panen saat ini harga daun tembakau basah terjun bebas dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
Selain harga turun, kualitas serta hasil panen tembakau para petani juga menurun drastis. Penurunan itu diakibatkan karena cuaca tidak menentu atau kemarau basah yang melanda wilayah setempat.
Salah satu petani tembakau di Desa Sidoharjo, Kecamatan Senori, Kabupaten Tuban Guno, 50 tahun, mengungkapkan, musim panen tembakau tahun ini tidak sesuai dengan harapan petani.
Sebab, harga daun tembakau basah saat ini hanya kisaran Rp2.500-Rp3.500 per kilogram. Padahal pada tahun lalu, harga daun tembakau basah bisa menyentuh Rp4.500-Rp5.500 per kilogram.
"Harga daun tembakau basah saat ini hanya Rp2.500-Rp3.500 perkilogram. Kalau tahun lalu bisa sampai Rp5.500 untuk perkilogramnya," terang Guno saat ditemui Ngopibareng.id, Rabu, 8 Oktober 2025.
Guno memahami bahwa musim kemarau basah saat ini sangat berdampak terhadap kualitas daun tembakau miliknya. Sehingga secara otomatis harga jual tembakau pun juga mengalami penurunan.
Kendati begitu, selain kualitas daun tembakau hasil panen daun tembakau jenis codong miliknya juga menurun drastis.
"Kalau biasanya satu batang tembakau bisa dipanen hingga 5-7 kali, ini hanya 1-2 kali saja," ungkapnya.
Dengan hasil panen seperti ini, ia harus merugi hingga jutaan rupiah mulai dari penanaman, perawatan hingga tenaga untuk panen.
Sementara itu, salah satu tengkulak daun tembakau basah asal Kecamatan Senori, Busono, 49 tahun, mengaku selama ini ia telah memiliki beberapa petani tembakau binaan yang panenanya siap untuk diserap dan dikirim ke perusahaan rokok.
Dia menerangkan, untuk kualitas daun tembakau pada musim panen saat ini memang menurun karena dampak musim kemarau basah.Β
"Kalau kualitas bagus tahun lalu karena saat ini terdampak cuaca yang tidak menentu," kata Busono.
Advertisement