Jelang Panen, Baru 5 Gudang Siap Serap Tembakau Paiton VO di Probolinggo
Menjelang musim panen tembakau jenis Paiton Voor Oogst (Paiton VO) 2025 di Kabupaten Probolinggo, kekhawatiran petani semakin meningkat. Hingga akhir Juni 2025, baru lima gudang milik perusahaan rokok yang dipastikan siap membeli tembakau hasil panen petani.
Minimnya kesiapan gudang penampungan ini dikhawatirkan berdampak pada harga tembakau yang bisa anjlok di tingkat petani.
"Kalau banyak gudang belum menyatakan siap membeli, tembakau petani mau dijual ke mana?" keluh HM. Taufik, petani tembakau asal Kecamatan Besuk, Kabupaten Probolinggo, Selasa, 24 Juni 2025.
Dinas Pertanian Kabupaten Probolinggo juga membenarkan kondisi tersebut. Menurut Kepala Dinas Pertanian Arief Kurniadi, dari total 16 gudang tembakau yang biasa beroperasi, baru lima perusahaan yang memberi sinyal akan menyerap tembakau petani tahun ini.
Daftar 5 Gudang Siap Serap Tembakau di Probolinggo 2025:
CV Jaya Abadi (Djarum) : 3.000 ton
CV Glagah Surya Abadi : 500 ton
CV Lumbung Berkah : 500 ton
CV Sumber Rejeki : 150-200 ton
CV TOP Sumber Sejahtera : 500 ton
"Total serapan sementara yang terkonfirmasi sekitar 5.000 ton. Angka ini lebih rendah dibanding tahun lalu," jelas Arief.
Sebagai perbandingan, pada 2024 lalu, sebanyak tujuh gudang aktif menyerap tembakau petani Probolinggo dengan total serapan mencapai 6.825 ton.
Ironisnya, beberapa gudang besar yang biasanya menjadi penampung utama, belum memberikan kejelasan terkait serapan tahun ini. Situasi ini membuat pemerintah daerah belum bisa memprediksi potensi penyerapan tembakau untuk musim panen 2025.
βKami akan terus berkoordinasi dengan pihak gudang agar ada kepastian serapan,β tegas Arief.
Ancaman Kemarau Basah dan Luas Tanam Tembakau Meningkat
Selain belum pastinya serapan gudang, faktor cuaca juga memicu kecemasan. Tahun ini, kemarau basah atau musim kering yang masih disertai hujan, dikhawatirkan berdampak pada kualitas tembakau.
Ironisnya, luas tanam tembakau di Kabupaten Probolinggo justru meningkat. Berdasarkan data Dinas Pertanian, luas tanam tembakau tahun 2024 mencapai 9.964 hektare, sedangkan pada musim tanam 2025 ini melonjak menjadi 11.254 hektare.
Dengan areal tanam yang lebih luas dan kepastian serapan yang belum jelas, petani berharap harga tembakau tetap stabil.
Harapan Petani: Harga Tembakau Minimal Rp60.000 per Kilogram
Menurut HM. Taufik, petani berharap harga tembakau di gudang minimal Rp60.000 per kilogram.
"Kalau harga dasar tembakau di gudang Rp60.000 per kilo, petani sudah lumayan terbantu," ujar Taufik.
Ia juga berharap pemerintah daerah dan pihak perusahaan rokok lebih transparan terkait serapan dan harga, agar petani tidak dirugikan.
Advertisement