Satgas Armuzna Pastikan Kesiapan Arafah Menjelang Puncak Haji 1447 H/2026 M
Satuan Tugas Arafah, Muzdalifah, dan Mina atau Armuzna telah melakukan peninjauan lapangan di wilayah Arafah. Peninjauan tersebut terkait dengan posisi markas, kesiapan sarana prasarana, serta layanan bagi jemaah haji Indonesia menjelang puncak ibadah haji 1447 H atau 2026 M. Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam rangkaian persiapan tahunan menjelang wukuf di Arafah.
Peninjauan awal ini masuk dalam Tahap Perencanaan dan Persiapan Satgas Armuzna yang berlangsung pada 24 sampai 30 Mei 2026. Sesudah tahap peninjauan, Satgas akan menggelar sosialisasi ke berbagai sektor di Makkah. Mereka juga menyiapkan gelar pasukan dan rapat koordinasi akhir sebelum puncak haji.
βFokus kami hari ini memastikan posisi-posisi atau kedudukan-kedudukan markas, rute murur dan sistem evakuasi di 10 sektor Adhoc. Jangan sampai ada yang terlewat,β ujar Kepala Satuan Operasional Armuzna, Surnadi, yang hadir bersama Tim Satgas Arafah. Dalam kesempatan tersebut, Rrombongan meninjau posisi markas, rute murur, dan sistem evakuasi di sepuluh sektor Adhoc. Nantinya Sseluruh sektor akan menampung jemaah selama puncak haji berlangsung. Selain itu satgas juga ereka memastikan tidak ada area atau rute penting yang terlewat selama proses pengecekan.
Dari hasil peninjauan menunjukkan adanya beberapa posisi markas yang perlu koordinasi ulang dengan syarikah. Kemudian rombongan juga mencatat sejumlah area yang perlu ditinjau kembali untuk memastikan keamanan jemaah. Selain itu tim kemudian memverifikasi kesiapan petugas murur dan jalur bus taraddudi yang melayani pergerakan jemaah pada 9 Zulhijah. Pengecekan ini terkait dengan menjaga kelancaran arus mobilitas jemaah selama puncak ibadah.
Menurut informasi Satgas Arafah yang berjumlah 586 petugas akan mulai menempati pos pada 7 Zulhijah pukul 15.30 WAS. Setiap sektor Adhoc memiliki tugas melayani akomodasi, konsumsi, transportasi, dan kesehatan jemaah. Persiapan matang memastikan seluruh layanan berjalan lancar saat jemaah memasuki Arafah. βIni bukan sekadar peninjauan, tapi ini keharusan kami dalam meyakinkan dan memastikan jemaah Indonesia dapat menempati tenda-tenda, sehingga jemaah dapat melaksanakan wukuf dengan aman, nyaman, dan khusyuk,β tambah Surnadi.
Sementara itu penyelenggaraan ibadah haji 1447 H atau 2026 M telah memasuki hari ketiga belas masa operasional. Data operasional hingga Sabtu, 2 Mei 2026, menunjukkan progres baik dan terkendali. Sebanyak 192 kloter dengan total 74.652 jemaah dan 765 petugas telah diberangkatkan ke Tanah Suci. Dari jumlah tersebut, 184 kloter dengan 71.362 jemaah dan 733 petugas telah tiba di Madinah.
Pergerakan jemaah dari Madinah menuju Makkah dilakukan secara bertahap. Hingga saat ini, 36 kloter dengan 14.503 jemaah dan 148 petugas telah tiba di Makkah. Mereka langsung melaksanakan umrah wajib dan bersiap menuju puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina. Mobilisasi jemaah berlangsung terkoordinasi dengan pengawalan petugas di seluruh titik layanan.
Data layanan kesehatan menunjukkan sebanyak 6.823 jemaah menjalani rawat jalan. Sebanyak 117 jemaah dirujuk ke Klinik Kesehatan Haji Indonesia atau KKHI dan 141 jemaah dirujuk ke Rumah Sakit Arab Saudi. Sebanyak 59 jemaah masih dalam perawatan. Total jemaah wafat mencapai tujuh orang dengan penyebab utama serangan jantung dan radang paru. Seluruh jemaah yang wafat dijamin mendapat hak badal haji.
Juru Bicara Kemenhaj, Maria Assegaff, menyampaikan bahwa operasional haji berjalan lancar dan terus menunjukkan peningkatan layanan. βAlhamdulillah, seluruh proses operasional haji berjalan lancar dan terkendali. Kami terus memastikan setiap jemaah mendapatkan layanan terbaik, mulai dari keberangkatan, kedatangan, hingga mobilisasi antar kota suci dengan pengawalan petugas yang optimal,β ujar Maria.
Maria menegaskan bahwa pemerintah memberi perhatian khusus pada jemaah rentan seperti lansia, disabilitas, dan perempuan. βKami menghadirkan berbagai kemudahan layanan, termasuk Bus Sholawat yang beroperasi 24 jam dengan armada ramah lansia dan disabilitas. Ini merupakan bagian dari komitmen kami dalam mewujudkan layanan haji yang inklusif dan berkeadilan,β tambahnya.
Layanan transportasi Bus Sholawat beroperasi 24 jam penuh. Layanan ini menghubungkan jemaah dari dan menuju Masjidil Haram melalui Terminal Jiad Ajyad, Jabal Kaβbah, dan Syib Amir. Sebanyak 452 armada disiagakan, termasuk 52 bus hidrolik yang ramah lansia dan penyandang disabilitas. Bus melayani 21 rute berbeda dengan kode warna dan nomor. Layanan Bus Sholawat telah beroperasi sejak kedatangan pertama jemaah di Makkah pada 30 April 2026. Layanan akan berlanjut hingga masa pemulangan jemaah ke Tanah Air.
Cuaca Makkah diperkirakan mencapai 43 derajat Celsius. Maria mengimbau jemaah menjaga stamina. Ia meminta jemaah memperbanyak minum air, memakai pelindung diri, dan menghindari kegiatan berat di siang hari. βKami mengimbau seluruh jemaah untuk mengatur waktu ibadah dengan baik, memperbanyak minum air putih, menggunakan pelindung diri, serta menghindari aktivitas berat di siang hari. Jika mengalami gangguan kesehatan, segera lapor kepada petugas,β tegasnya.
Penulis: Nurul Huda
Advertisement