Sehari, Probolinggo Digoyang Dua Kelompok Demonstran
Dua kelompok yang berseberangan berdemonstrasi di Kraksaan, Kabupaten Probolinggo di waktu yang bersamaan, Senin, 5 Januari 2026. Dua demonstrasi itu di antaranya dipicu hasil seleksi Calon Dirut Perusahaan Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Argopuro.
Aliansi L3GAM yang terdiri dari sejumlah pegiat LSM mempertanyakan seleksi yang mereka nilai tidak transparan. Mereka menuntut Pemkab Probolinggo dan Tim Seleksi (Timsel) lebih terbuka.
Demo dengan koordinator lapangan (korlap), Yik Luthfi, itu diikuti belasan orang. Sementara itu muncul kontra demo yang diikuti Kelompok Koalisi Masyarakat Independen Probolinggo yang dikorlapi Habib Mustafa. Jumlah pengunjuk rasa yang pro Pemkab Probolinggo itu berjumlah ratusan orang.
Untuk mencegah bentrokan antar-dua kubu demonstran, Polres Probolinggo memperketat pengamanan. Bahkan Kapolres Probolinggo, AKBP M. Wahyudin Latif, turun memimpin langsung ke lapangan.
Sementara itu ratusan warga yang menamakan diri 'Jogo Probo' turun ke jalan sebagai bentuk kejenuhan atas maraknya aksi premanisme dan demonstrasi dari kelompok LSM yang dinilai kerap memicu kegaduhan dan mengganggu stabilitas daerah.
Warga mengaku gerah setelah mendengar rencana aksi demonstrasi dari sekelompok kecil LSM yang selama ini dianggap sering mencari-cari persoalan, bahkan disebut-sebut memiliki agenda tertentu.
Situasi di lapangan memperlihatkan perbedaan mencolok. Aksi unjuk rasa yang digelar belasan orang dari Aliansi LSM seketika tenggelam di tengah lautan massa 'Jogo Probo' yang memadati lokasi.
βKami datang atas kesadaran sendiri. Sudah terlalu sering sedikit-sedikit demo, sedikit-sedikit gaduh. Kami merasa ini bukan lagi murni kontrol sosial, tapi sudah mengarah ke kepentingan pribadi dan kelompok,β ujar Rudy, seorang demonstran.
Rudy menambahkan, masyarakat menginginkan suasana daerah yang kondusif agar program pembangunan dapat berjalan lancar. Ia menilai, kritik seharusnya disampaikan secara konstruktif, bukan melalui tekanan publik yang justru menimbulkan keresahan.
Warga menegaskan, mereka tidak anti-kritik, namun menolak cara-cara provokatif dan tidak bertanggung jawab, yang justru menghambat arah pembangunan.
Koordinator Lapangan aksi Jogo Probo, Imron menyampaikan, kehadiran ratusan warga merupakan wujud kepedulian masyarakat terhadap daerahnya sendiri.
Advertisement