Stok Aman, Tingkat Konsumsi BBM di Jember Justru Turun
Stok BBM di Kabupaten Jember sejak tanggal 30 Juli 2025 hingga saat ini melimpah. Namun, Pertamina mencatat tingkat konsumsi masyarakat Jember terhadap BBM justru turun.
PJ. General Manager PT. Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Aleksander Bangun, mengatakan, kebutuhan harian BBM Kabupaten Jember dengan jumlah penduduk 2,7 jiwa mencapai 900 kiloliter. Namun, pada saat terjadi krisis sejak yakni 26 sampai 30 Juli 2025 tingkat konsumsi justru naik drastis, mencapai 1.500 kiloliter.
Tingkat konsumsi tersebut mulai menurun pasca Bupati Jember Muhammad Fawait mengeluarkan kebijakan work from home (WFH) atau bekerja dari rumah dan pembelajaran daring. Selama satu pekan, tingkat konsumsi BBM di Jember turun menjadi 950 Kiloliter.
Pada awal pemberlakuan WFH dan pembelajaran daring, Pertamina melakukan suplai besar-besaran. Pertamina menyuplai kebutuhan BBM di Jember dari Surabaya, Malang, Yogyakarta, dan Jawa Tengah. Tak tanggung-tanggung, Pertamina mengerahkan 93 lebih mobil tangki menuju Jember, Situbondo, dan Bondowoso. Stok khusus Jember saat itu mencapai 1.300 Kiloliter per hari.
Penambahan stok tersebut masih terus dipertahankan sampai saat ini. Namun, setelah stok aman, tingkat konsumsi BBM warga Jember justru turun. Pertamina mencatat selama beberapa hari terakhir, konsumsi BBM harian di Kabupaten Jember hanya 850 Kiloliter.
βSaat awal punic buying tingkat konsumsi tembus 1.500 Kiloliter. Kemudian turun menjadi 950 kiloliter saat kebijakan WFH dan Pembelajaran Daring. Dan saat ini turun lagi menjadi 850 kiloliter per hari,β katanya, Selasa, 5 Agustus 2025.
Untuk memenuhinya kebutuhan harian di Jember, saat ini Pertamina mengandalkan bantuan suplai dari Surabaya dan dibantu Malang. Hal yang sama juga dilakukan untuk menyuplai BBM di Kabupaten Bondowoso. Sedangkan Depo Banyuwangi saat ini difokuskan menyuplai BBM untuk kawasan Banyuwangi dan Situbondo.
βSejak jalur Banyuwangi macet, Jember tidak lagi mengandalkan stok dari Banyuwangi. Depo Banyuwangi khusus menyuplai kebutuhan BBM di Banyuwangi dan Situbondo. Selama jalur gumitir ditutup total, kebutuhan BBM untuk Jember dan Bondowoso disuplai dari Surabaya dan Malang,β tambahnya.
Aleksander menambahkan, sebagai langkah antisipatif, pihaknya berencana membuat atau merevitalisasi Depo di Jember dengan menggunakan angkutan kereta api. Dengan demikian, stok BBM di Jember tidak hanya mengandalkan stok yang ada di SPBU, tetapi juga buffer stock yang ada di Depo.
βRencana revitalisasi atau pembangunan Depo ini bekerja sama dengan PT KAI Daop 9 Jember. Namun, suplainya tetap dari Surabaya, karena kalau dari Banyuwangi tidak memungkinkan bagi kereta tangki masuk terowongan,β pungkasnya.
Advertisement