Keutamaan dan Amalan pada Fase 10 Hari Kedua Bulan Ramadan
Tidak terasa sudah 9 hari umat islam menjalankan ibadah puasa di Bulan Ramadan Bulan Ramadan 1447 H. Selain berpuasa, di bulan yang penuh keistimewaan ini, umat islam berlomba-lomba melakukan kebaikan untuk mendapatkan berkah dari Allah SWT.
Merujuk laman https://kotayogya.baznas.go.id/, Bulan Ramadan oleh Rasulullah SAW dibagi menjadi tiga fase utama. Fase pertama adalah sepuluh hari awal yang penuh rahmat, fase kedua adalah sepuluh hari pertengahan yang berisi ampunan atau maghfirah, dan fase ketiga adalah sepuluh hari terakhir sebagai pembebasan dari api neraka.
Sehari lagi, umat Islam akan memasuki fase kedua. Yakni hari ke-11 hingga ke-20 Ramadan. Masa ini sering kali menjadi titik krusial di mana semangat beribadah mulai menurun dibandingkan pekan pertama. Padahal, pada fase inilah pintu ampunan Allah SWT dibuka selebar-lebarnya bagi hamba-Nya yang bersungguh-sungguh bertaubat.
Merujuk pada hadis yang diriwayatkan oleh Al-Baihaqi, Rasulullah SAW bersabda:
“Awal bulan Ramadan adalah rahmat, pertengahannya adalah ampunan, dan akhirnya adalah pembebasan dari api neraka.”
Setelah melewati sepuluh hari pertama dengan beradaptasi dan mengejar rahmat Allah, pada fase kedua ini menjadi kesempatan emas bagi setiap Muslim untuk 'mencuci dosa'.
Untuk meraih predikat hamba yang diampuni, ada beberapa amalan yang sangat dianjurkan untuk diperkuat di fase 10 hari kedua Bulan seribu bulan ini:
Memperbanyak Istighfar dan Taubat
Amalan utama di fase maghfirah tentu saja adalah beristighfar. Memohon ampunan tidak hanya dilakukan setelah salat, tetapi di setiap waktu senggang. Taubat yang sungguh-sungguh atau taubatan nasuha disertai janji untuk tidak mengulangi kemaksiatan akan mengantarkan umat islam pada kesucian hati.
Menjaga Salat Berjamaah dan Salat Sunnah
Menjaga salat fardu berjamaah dan menambahnya dengan salat sunnah Rawatib, Duha, serta Tahajud akan mempererat hubungan kita dengan Allah Azza wa Jalla. Salat malam atau qiyamul lail memiliki kedudukan istimewa dalam menghapus dosa.
Memperbanyak Sedekah
Sedekah tidak hanya membantu sesama yang membutuhkan, tetapi juga berfungsi sebagai penghapus dosa sebagaimana air memadamkan api. Pada sepuluh hari kedua ini, konsistensi dalam berbagi menjadi pembuktian iman kita. Sedekah itu indah.
Tadarus Al-Qur'an
Bulan Ramadan merupakan bulan diturunkannya Al-Qur'an. Membaca, mentadabburi atau merenungi makna, dan mengamalkan isi Al-Qur'an adalah cahaya bagi hati. Pada fase pertengahan ini, meningkatkan kualitas bacaan atau menambah target hafalan Al-Qur'an menjadi salah satu upaya agar interaksi dengan kalamullah semakin intens.
Berdoa dengan Doa Maghfirah
Salah satu doa yang sangat dianjurkan untuk dipanjatkan pada 10 hari kedua Ramadan adalah: “Allahummaghfirli dzunubi ya robbal 'alamin.” yang artinya: Ya Allah, ampunilah dosa-dosaku, wahai Tuhan semesta alam.
Tantangan terbesar di 10 hari kedua adalah rasa jenuh dan kesibukan duniawi yang mulai meningkat, seperti persiapan mudik atau belanja kebutuhan Idul Fitri. Jika tidak waspada, umat Islam bisa kehilangan momentum maghfirah ini.
Allah SWT berfirman dalam Surah Ali 'Imran ayat 133: “Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa.”
Ayat ini mengingatkan umat muslim untuk tidak menunda-nunda dalam mencari ampunan. Jangan sampai waktu habis hanya untuk urusan fisik dan materi.
Sepuluh hari kedua Ramadan adalah jembatan menuju sepuluh hari terakhir yang penuh kemuliaan atau Lailatul Qadar. Tanpa ampunan di fase kedua, akan sulit bagi kita untuk meraih kemuliaan di fase penutup.
Menjadikan setiap detik di hari ke-11 hingga ke-20 ini sebagai sarana untuk memohon ampun kepada Allah, mengakui segala khilaf, dan memohon agar masuk dalam golongan orang-orang yang mendapatkan ampunan-Nya.
Advertisement